This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 12 Mei 2012

PERISIEAN " Kebanggaan Budaya Suku Sasak "

Perisiean merupakan salah satu seni bela diri turun temurun suku sasak. Perisiean merupakan pertandingan/olah raga yang dilakukan oleh dua orang jagoan ( Pepadu )dengan bersenjatakan alat pemukul berupa Rotan ( Penjalin ) dan dilengkapi oleh perisai/tameng, atau dalam istilah sasak "ENDE". Sebagai warisan budaya, pertandingan Perisiean telah menjadi kebanggaan bagi suku sasak, sehingga tetap lestari sampai dengan saat ini.Perisaian pada jaman dulu dilaksanakan setelah selesai panen, yakni pada malam hari saat bulan purnama. Perisaian dilakukan oleh dua orang laki-laki yang diadu pengembar dan seorang juri yang akan memberikan nilai. Seorang pepadu akan dinyatakan kalah apabila sudah keluar darah dari kepala yang disebut bocor, atau dinyatakan kalah angka oleh juri. Perisiean telah menjadi komoditi pariwisata dan Budaya yang digemari dan dinikmati oleh berbagai kalangan, baik penduduk lokal maupun oleh Pelancong, baik itu menjadi penonton atau bahkan ingin mencoba sebagai Pepadu. “dikutip dari berbagi sumber”

Rabu, 13 Juli 2011

Cinta Rinjani

Gunung Rinjani merupakan obyek wisata yang sungguh indah dan selalu mendatangkan decak kagum dari setiap pengunjungnya. Dengan panorama yang sangat indah tentunya telah membuat rinjani menjadi daya tarik yang kuat bagi siapa saja yang suka beraktivitas di alam bebas, baik pendaki profesional, tourist lokal maupun manca negara.

namun seiring waktu dan perkembangannya serta semakin meningkatnya volume kunjungan yang terjadi setiap tahunnya, maka rinjani pun harus mendapatkan perhatian yang lebih ekstra di dalam pengelolaannya, terutama dalam manajemen pengelolaan lingkungan yang sehat dan indah, sehingga rinjani tetap dalam bidikan kunjungan nomor satu bagi para tourist.

Keadaan yang terjadi sekarang adalah, bahwa di sisi kebersihan gunung yang indah ini sudah mulai menurun di mana, terjadinya kenaikan volume sampah yang terjadi di berbagai tempat di dalam kawasan, sebut saja Pelawangan serta Danau segara Anak. Semakin banyaknya pengunjung, maka semakin banyak pula sampah yang muncul. Hal ini tidak di imbangi dengan kesadaran setiap pihak (pendaki) dalam memahami arti pentingnya kebersihan obyek wisata yang kita cintai ini..

Seharusnya pola pengawasan yang baik perlu diterapkan dan diperketat oleh pihak yang berwenang, khususnya mengenai barang bawaan yang akan menjadi produk sampah. Kekhawatirannya adalah, sampah-sampah yang berserakan pasti akan menjadi pencemaran yang akan terakumulasi jika tidak segera ditangani secara aturan maaupun aksi rutin pembersihan.

Ya, tentunya yang paling berperan adala sikap dan tindakan dari para pengunjungnya, yang mana di harapka selalu menanamkan kesadaran pada diri masing - masing tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan gunung rinjani. Rinjani Bukan hanya untuk didaki dan dikotori, tapi untuk dinikmati dan dijaga keindahan, kenyamanan dan keasriannya. Ini adalah tugas kita bersama sebelum timbulnya akibat lain yang lebih besar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More